Jumat, 17 September 2021

MASJID AL IHSAN DARI WAKTU KE WAKTU

 " Mohon doa restunya"



Sejarah keberadaan Masjid Al-Ihsan tak lepas dari masjid tua yang berada di dekat  Makam Beringin
Masjid AL-Ikhlas yang ketika saya kecil hanya berupa bangunan yang berdinding bilik bambu. Hampir seluruh warga Ciater Lor saat itu jika melaksanakan sholat jum'at atau pun sholat hari raya selalu dipenuhi oleh warga. 
Sejalan dengan perkembangannya Masjid Al-Ikhlas hanya digunakan sebagai masjelis ta'lim karena akses untuk menuju Masjid tersebut sudah terpotong jalan raya yang cukup ramai yang menghubungkan antara Pamulang-Ciputat dan Bumi Serpong Damai (BSD).
Karena kondisi yang tidak memungkinkan itu, salah seorang sesepuh Ciater yaitu  KH Abdul Somad (Abah Suardi yang biasa saya sapa saat saya mengaji di surau Beliau) mewakafkan sebidang tanah untuk dibangunkan masjid dengan Nama Al-IHSAN. 
Masjid Al -Ihsan sendiri sudah beberapa kali mengalami renovasi dan perbaikan mengikuti perkembangan zaman dan bertambahnya penduduk Rawa Mekar Jaya. Kali ini mungkin yang paling besar dalam pendanaan pembangunan yang hampir menyerap dana sekitar 8 Milyar . Rencana pembangunannya akan dibuat tiga lantai. Lantai dasar sebagai sarana publik dan kegiatan masyarakat, sedangkan lantai dua dan tiga sebagai tempat sarana ibadah. Bangunan dibuat dengan konsep minimalis bergaya modern dengan dinding berhiaskan huruf kufhi dengan nuansa hijau.  Semoga pembanguan masjid ini berjalan lancar dan segera terselesaikan. Pembangunan dan renovasi total di mulai pada akhir mei 2021.
 






SEKILAS BERDIRINYA MASJID AL IHSAN

Awal mula berdirinya Masjid Al Ihsan tak lepas dari keberadaan Masjid Al Ikhlas sebagai Masjid pertama yang di bangun di sekitar abad 17 oleh keluarga H Pungut yang Makamnya berada di Pemakaman Beringin. Sejalan dengan perkembangannya masjid tersebut memang sudah sangat banyak perubahannya, dikarenakan termakan usia. Kondisi demikian pun akhirnya diperbaiki oleh H Usup sebagai pewaris 7 dari H Pungut. 

Sekitar tahun 1980 masjid Al Ikhlas sudah tak lagi mampu menampung jamaah, oleh Kepala desa beserta para Ulama waktu itu untuk segera di renovasi dan diperbaiki, namun rencana renovasi dan perbaikin tersebut tak berjalan sempurna karena adanya perbendaan pendapat antara pihak desa dan ahli waris masjid Al Ikhlas yang tidak adanya titik temu dan kesepakatan, hingga akhirnya Kyai Sepuh H Abdul Somad mewakafkan sebagian tanahnya untuk dibangun masjid yang sekarang menjadi masjid Al Ihsan.
Sejalan dengan waktu dan perubahan dari desa ke kota, masjid Al Ihsan sendiri hampir tak bisa menampung jamaah ketika sholat jumat, dan saat itu memang masih dibangun dengan sederhana. Sekitar tahun 1999 Masjid tersebut pun mengalami renovasi pembangunan dengan di ketua oleh H.Abdul Rachim, H. Amad Saputra, Yoyo Nisin, H. Rasmad, dan para sesepuh di antaranya HM Sholeh, HM Syukri, Amil Satim, Amil Santawi, Amil Meroh, Amil Mahid, Guru Madih, Guru Adih Samjah, serta melibatkan para RT yang ada di Kampung ciater ( sebelum berubah menjadi rawa mekar jaya) diantaranya: H Martan, H Sair Sarmanah, Disan, Nasam , Aslim, Mutar, Ali Nasmad, Ali Minah, Dani, Marudin, Namad, Jamaludin, dan Masyarakat kampung Ciater waktu itu. 

Masjid Al Ihsan memulai renovasi  pertama  pada tahun 1999 dengan bantuan dana sekitar 300 juta dan Pemerintah Daerah, dan selesesai sekitar tahun 2000. Demikian menurut sumber yang penulis dapatkan. Penulis belum mendapatkan rincian dana renovasi tersebut.


MENGENAL SOSOK KH ABDUL SOMAD

KH.Abdul Somad ( Penulis lebih mengenalnya Abah Suardih). Sosok lemah lembut yang saya kenal saat mengaji di rumah Beliau dengan sebuah surau ( biasa di sebut Langgar) terbuat dari bilik bambu tempat anak - anak mengaji. Beliau pula pengambil keputusan saat itu ketika awal pembangunan masjid Al Ikhlas tidak menemui titik temu, dan mewakafkan sebidang kebunnya untuk dibangun Masjid Al Ihsan yang sekarang sedang renovasi ke dua. Beliau pula yang semasa hidupnya selalu menjadi imam masjid baik di Al Ikhlas mau pun di Al Ihsan. Pada awal pembangunan masjid tersebut Beliau pun menjual dua bidang sawah miliknya  untuk pembiayaan pembangunan masjid Al Ihsan tersebut.


Sekitar bulan Mei 2021 Pembangunan dan Pemugaran total Masjid Al Ihsan pun di Mulai dengan perkiraan biaya hampir 8 milyar. Rencana pembangunan sebenarnya sudah didiskusikan dan dimusyawarahkan sekitar 2 tahun lalu. Sehubungan dengan besarnya anggaran yang dibutuhkan dalam tahap pelaksanaannya dan adanya wabah pandemi covid 19. Alhamdulillah di akhir mei 2021 peletakan batu pertama pembangunan masjid Al Ihsan pun di mulai.


Penulis berharap adanya masukan dari pihak mana pun, jika tulisan singkat ini ada kekurangan baik data mau pun para tokoh yang terlibat dalam pembangunan Masjid Al Ihsan.  Terima Kasih.